Training Pengawas Operasional Pertama ( POP ) Pertambangan

Dalam operasi pertambangan, POP pertambangan memiliki peranan yang sangat penting. Pengawas petambangan ini bertugas dengan membawahi langsung para karyawan bagian pelaksana. Dengan tugas dan tanggung jawab yang besar, tentu saja pengawas ini harus mengetahui kewajibannya dengan baik. Sehingga bisa menjalankan tugas penting ini sebagaimana mestinya. Tuntutan kebutuhan tenaga professional di bidang pertambangan mineral dan batu bara semakin tinggi. Menanggapi hal tersebut, dibutuhkan tenaga Pengawas Operasional Pertama ( POP ) kompeten sesuai dengan tuntutan yang ada. Salah satunya, tenaga professional yang sudah mendapatkan sertifikasi kompetensi kerja yang diberikan oleh Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).

Tujuan Dan Manfaat Training POP Pertambangan

Sertifikasi kompetensi kerja dari BNSP ini salah satunya bisa didapatkan dengan cara mengikuti training POP. Untuk peserta training sendiri merupakan para pengawas operasional teknik tambang dan para karyawan kontraktor tambang. Sda beberapa sasaran dan manfaat yang ingin dicapai diantaranya :

  1. Memberikan pengetahuan dan keterampilan kepada pekerja tambang terhadap keselamatan dan kesehatan kerja di industri tambang.
  2. Membantu para peserta training untuk bisa memenuhi standar kompetensi pengawas operasional pertama yang sudah ditetapkan oleh pemerintah.
  3. Peserta pelatihan mampu memahami dan melakukan pengawasan terkait K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja).
  4. Peserta pelatihan dapat memahami dan mempunuai kompetensi sebagai pengawas operasional pertama ( POP ).
  5. Peserta pelatihan mampu menerapkan kerja yang efektif sehingga bisa membantu tugas kepala teknik tambang.
  6. Mempersiapkan para peserta pelatihan untuk bisa mengikuti uji kompetensi yang dilakukan pemerintah atau BNSP.
  7. Meningkatkan kepedulian para peserta latihan terhadap pentingnya keselamatan dan kesehatan kerja dalam melakukan aktivitas sehari-hari.

Persyaratan Training POP Pertambangan

Untuk mengikuti training pengawas operasional pertama, ada beberapa syarat-syarat yang harus dipenuhi calon peserta diantaranya :

  1. Mengenakan pakaian rapi selama mengikuti pleatihan pembekalan ataupun uji kompetensi.
  2. Mengisi dan mengirimkan lembar konfirmasi mengikuti diklat uji.
  3. Minimal pendidikan SMA/DIII/S1/S2/S3 semua jurusan.
  4. Berpengalaman di bidang pertambangan mineral dan batubara minimal 10 tahun untuk lulusan SMA, minimal 3 tahun untuk lulusan D3, minimal 1 tahun untuk lulusan S1/S2/S3.
  5. Melengkapi berkas-berkas atau dokumen meliputi :
  • Foto copy KTP
  • Surat penugasan dari perusahaan terkait yang ditandatangani langsung oleh KTT/PJO dan di stempel
  • Foto copy SK pengangkatan pegawai
  • Daftar riwayat hidup
  • Foto copy ijazah terakhir
  • Uraian pekerjaan terkini
  • Pas foto 3x4 berpakaian rapi dengan background warna merah sebanyak 5 lembar

Outline Materi Training POP Pertambangan

Outline materi yang akan didapatkan selama mengikuti training POP diantaranya :

  1. Peraturan Perundangan K3 Pertambangan; 
  2. Dasar-Dasar Lingkungan hidup 
  3. Hazard Indentification, Risk Assessment and Risk Control (HIRADC) 
  4. Job Safety Analysis (JSA) 
  5. Teknik Inspeksi dan Pengamatan 
  6. Safety Meeting (Pertemuan K3)
  7. Teknik Pemeriksaan Kecelakaan
  8. Safety Accountability ( Tanggung gugat K3 Pengawas Operasional)

Fasilitas dan Lokasi Training POP

Selama masa pelatihan ( Public Training ), peserta pelatihan akan mendapatkan beberapa fasilitas dari Formasi Training antara lain sebagai berikut :

  1. Instruktur
  2. Ruang pelatihan yang nyaman
  3. Free wifi
  4. Modul materi
  5. Alat tulis
  6. Souvenir Polo Shirt
  7. 2 kali coffee break dan 1 kali makan siang
  8. Sertifikat kehadiran
  9. Sertifikat Kompetensi BNSP**
  10. Jemputan bandara jika diperlukan**

Adapun untuk lokasi pelatihan akan dilaksanakan di kantor Formasi Training (Cek maps). Kami memiliki 3 (tiga) kelas sendiri dengan kapasitas 12 sampai 30 peserta. Selain itu Kami juga bekerja sama dengan hotel-hotel di Jakarta dan kota-kota besar lainnya untuk menjangkau dan memenuhi kebutuhan pelatihan K3 di Indonesia.